Banjir Marangkayu Surut

img

TENGGARONG, Banjir yang menerjang Desa Santan Kecamatan Marangkayu sejak 31 Maret 2017 lalu, kini berangsur surut. Meski demikian, sejumlah sekolah diwilayah tersebut masih diliburkan, ketinggian air sekitar 20 cm.

DPRD melalui Komisi IV, Kamis (6/4/2017) meninjau lokasi banjir, banjir terparah di Desa Santan Tengah dan Hilir.

“Kondisi masih banjir, tetapi keadaan air mengalami surut. Mudah mudahan saja, tidak terjadi hujan yang akan mengakibatkan air tinggi lagi,” kata Kamarur Zaman, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kukar kemarin.

Selain menganggu aktivitas warga, banjir juga meresahkan, lantaran adanya buaya yang mengancam keselamatan warga.”Saat kita bertemu dengan warga, warga banyak kawatir karena diduga ada lima buaya. Ternak ternak warga berupa ayam banyak yang dimakan buaya. Kita Menghimbau kepada warga untuk waspada tak melakukan aktivitas yang membahayakan keselamatan jiwa,” ungkap Kamarur Zaman.

DPRD lanjut Kamarur Zaman, menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah banjir ini, pihaknya berharap perusahaan yang beroperasi diwilayah Desa Santan tak menutup diri dan membantu keperluan warga.

“Karena dugaan akibat banjir adanya aktivitas tambang juga terjadi pendangkalan sungai,”terangnya.

Saat kunjungan itu, rombongan DPRD Kukar didampingi perwakilan Dinas Pendidikan- Kebudayaan, disambut oleh Camat Marangkayu, kades Santan dan sejumlah warga.

Sementara itu secara terpisah Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Hifsi G Fachrannas, mengaku maklum atas keputusan sekolah meliburkan sekolah, lantaran banjir yang melanda di Desa Santan Kecamatan Marangkayu.

“Kondisinya memang tak dipaksakan, karena sekolah terkena banjir maka sekolah diliburkan,”katanya.

Pihaknya masih melakukan pendataan sekolah, apakah dampak banjir tersebut merusak sarana prasana atau tidak.”Kalau ada kerusakan kita akan segera melakukan langkah dengan memberi bantuan,” ujarnya.(awi-poskotakaltimnews.com)